kebugaran

Just another WordPress.com site

Hasil Tes MFT SMA N 1 KEDAMEAN

EVALUASI PENJASORKES
Nama Sekolah :  SMA NEGERI 1 KEDAMEAN
Kelas/Semester :  X-3
Sasaran Evaluasi :  Kebugaran Jasmani (VO2Max)
No NAMA PRE-TES
VO2Max KATEGORI
1 Achmad Dwi Efendi 30.2 Kurang
2 Achmad Fatoni 27.2 Kurang sekali
3 Achmad Rizal 36 Sedang
4 Agung Sigit Priharsono 37.4 Sedang
5 Ahmad Ridho Pambudi 23.9 Kurang sekali
6 Alfian Dwi Lestari 31.4 Kurang
7 Ani Iftanti 23.6 Kurang sekali
8 Anita Dwi Lestari 24.6 Kurang sekali
9 Beni Ading Ardianto 33.9 Kurang
10 Budiono 39.9 Sedang
11 Cindy Nova Arista 21.4 Kurang sekali
12 Dewi Hajar Zur’yah 23.6 Kurang sekali
13 Diyah Putri Mumpuni 23.6 Kurang sekali
14 Efin Afrian S. 27.2 Kurang sekali
15 Erma Tri Wahyu Nika 23.9 Kurang sekali
16 Feri Ningsih 23 Kurang sekali
17 Fitri Febrianti 23.6 Kurang sekali
18 Fitri Lailatul Mahmudah 26.8 Kurang sekali
19 Heru Pranata Sukma 33.6 Kurang
20 Indah Ayu Tryanna 21.1 Kurang sekali
21 Lendys Sukmaning T. 23.9 Kurang sekali
22 Maia Dwi Krismayanti 0 0
23 M. Lucky Dwi S. 31.8 Kurang
24 M. Ghofirin 28.9 Kurang
25 Nurul Hidayati 24.3 Kurang sekali
26 Ressy Agustin 31 Kurang
27 Rista Darwati 22.5 Kurang sekali
28 Rosita Yani 25.3 Kurang sekali
29 Siti Maisaroh 21.4 Kurang sekali
30 Winda Apriliana 20.7 Kurang sekali
Rerata 26.19 KS 19 190%
Standar Deviasi 7.174925 K 7 70%
S 3 30%
B 0 0%
BS 0 0%
EVALUASI PENJASORKES
Nama Sekolah :  SMA NEGERI 1 KEDAMEAN
Kelas/Semester :  X-2
Sasaran Evaluasi :  Kebugaran Jasmani (VO2Max)
No NAMA PRE-TES
VO2Max KATEGORI
1 Aditya Ernanda R. I 30.6 Kurang
2 Akhmad Fajar S. N. R 31 Kurang
3 Ahmad Juniardi 31 Kurang
4 Aisyah Nadia Putri R. 25 Kurang sekali
5 Asenah 24.6 Kurang sekali
6 Dewi Raxyne Andaka 21.8 Kurang sekali
7 Dian Nur Rohmah 21.1 Kurang sekali
8 Dian Setyo Wibowo 33.6 Kurang
9 Dian Widyati Anggari 20.7 Kurang sekali
10 Dini Agustin 26.2 Kurang sekali
11 Eka Fitria Sari 23.6 Kurang sekali
12 Fahri Ariseno 31 Kurang
13 Guroh Hengky T. 0 0
14 Herika Juli Andani 22.5 Kurang sekali
15 Hikmah Kurniasari 27.2 Kurang sekali
16 Iko Putra Dewa 0 0
17 Kilung Rover Milliar 0 0
18 Lidia Tri Angraini 24.3 Kurang sekali
19 Maulana Adi Wibowo 28.9 Kurang
20 M. Fatul Firdaus 30.6 Kurang
21 M. Riyan Hidayah 35 Sedang
22 Nelyn Tya Agustin 23.6 Kurang sekali
23 Primus Khirban D. 29.7 Kurang
24 Rahmat Nevyanto D. 0 0
25 Sandi Tovan Putra A. 0 0
26 Sigit Wahyu Prasetyo 0 0
27 Siti Nuraini 25.3 Kurang sekali
28 Siti Qomariah 25.3 Kurang sekali
29 Taufik Nur Rochman 25.7 Kurang sekali
30 Tommy Sila Aditama 32.5 Kurang
31 Widy Dwi Inddrianti 23.6 Kurang sekali
32 Youlanda Octav L. 23.9 Kurang sekali
33 Yufan Irsahufany 30.6 Kurang
34 Yuli Ismawati 0 0
Rerata 26.19 KS 16 160%
Standar Deviasi 7.174925 K 10 100%
S 1 10%
B 0 0%
BS 0 0%

04/25/2011 Posted by | Tes KEbugaran Jasmani | Tinggalkan komentar

free counters

04/17/2011 Posted by | Tes KEbugaran Jasmani | Tinggalkan komentar

Tes Kebugaran Jasmani Lari 2.4 Km Copper

Tes lari 2.4 Km yang dirancang oleh Cooper adalah salah satu bentuk tes lapangan untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani seseorang. Peserta tes harus berlari secepat-cepatnya menempuh jarak 2.4 Km. Lintasan Tes 2.4Km usahakan berstruktur datar tidak bergelombang, tidak licin, tudak terlalu banyak belokan tajam. Garis start untuk mengawali tes rancanglah sedemikian rupa hingga jarak finis sama, artinya garis start sama dengan garis finis hal ini dilakukan untuk memudahkan pengetes.

Waktu tempuh yang dicapai oleh peserta tes dicatat dalam satuan menit dua angka dibelakang koma. Waktu tersebut digunakan untuk memprediksi tingkat kebugaran siswa dengan cara mengkonfirmasikan dengan table tingkat kebugaran jasmani milik Cooper.

Tes ini  dilakukan untuk kelompok umur

  1. Kelompok laki-laki dan perempuan berumur dibawah 30 tahun
  2. Kelompok laki-laki dan perempuan berumur 30 sampai dengan 39 tahun
  3. Kelompok laki-laki dan perempuan berumur 40 sampai dengan 49 tahun
  4. Kelompok laki-laki dan perempuan berumur diatas 50 tahun

Peserta yang melakukan tes harus dinyatakan sehat oleh dokter dengan mengenakan pakaian olahraga yang nyaman dan sopan. Kemudian dilakukan pencatatan tinggi badan, berat badan, dan denyut nadi. Setelah itu peserta tes berlari 2.4 Km dengan ditandai dengan aba-aba pada saat itu stopwatch dihidupkan. Setelah mencapai finis dengan kaki menginjak garis finis stopwatch dimatikan yang kemudian diukur catatan waktunya dan setelah itu ditimbang kembali berat badan, diukur tinggi badan dan denyut nadinya setelah berselang 15 menit diukur kembali denyut nadinya.

Kategori kebugaran jasmani untuk tes 2.4Km milik Cooper dibagi menjadi lima kategori sesuai dengan kelompok umurnya.

Tabel Kategori Kebugaran Jasmani Tes Lari 2.4 Km

04/17/2011 Posted by | Tes KEbugaran Jasmani | Tinggalkan komentar

Tes Kebugaran Jasmani Lari 12 Menit Cooper

Tes kebugaran  jasmani lainnya yang dikembangkan oleh Cooper adalah tes lari selama 12 menit. Pada tes ini jarak yang ditempuh oleh peserta tes tidak ditentukan, yang ditentukan adalah waktu tempuh yaitu selama 12 menit selanjutnya jarak tempuh diukur setelah peserta tes berlari selama 12menit.

Pelaksanaan tes lari 12 menit dari Cooper ini memerlukan prosedur yang agak rumit, dimana pesrta diharuskan berhenti ketika waktu 12 menit telah terlampaui, lalu mereka perlu memberikan tanda dimana tempat berhentinya, untuk segera diukur jarak hasil ditempuhnya. Jika peserta tes banyak maka perlu kejelian untuk mengukurnya.

Jarak yang dicapai tersebut selanjutnya dikonfirmasikan pada table kategori kebugaranjasmani untuk menetapkan status kebugaran peserta tes. Kategori tes tersebut dibedakan berdasarkan ejnis kelamin dan kelompok umur.

Untuk mengetahui berapa besaran VO2MAX peserta tes dapat dihitung menggunakan system poinyang dikemukakan oleh Copper. Penghitungan poin mengunakan data jarak yang ditempuh peserta tes selama 12 menit. Jarak tersebut harus diubah menjadi satuan mil dimana satu milsama dengan 1609 mater. Kemudian dimasukan dalam rumus :

Cooper

Untuk Tabel kebugaran jasmani untuk tes lari 12 Meter Dari Cooper. Kategori Kebugaran Jasmani Tes Lari 12 Menit

04/17/2011 Posted by | Tes KEbugaran Jasmani | Tinggalkan komentar

Tes Jalan-Lari 15 Menit (Tes Balke)

Tes jalan-lari adalah salah satu tes untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani atau juga VO2MAX seseorang. Tes ini tergolong mudah pelaksanaannya karena memerlukan peralatan yang sederhana. Antara lain :

  1. Lapangan atau lintasan lari yang jaraknya jelas atau tidak terlaluy jauh, maksudnya adalah lintasan dapat dilihat dengan jelas oleh pengetes.
  2. Penanda jarak atau bendera kecil untuk menandai jarak lintasan
  3. Stopwatch atau alat pengukur waktu dalam satuan menit.

Protokol pelaksanaan tesnya adalah sebagai berikut ;

  1. Peserta tes berdiri digaris Start dan bersikap untuk berlari secepat-cepatnya selama 15 menit.
  2. Bersamaan dengan aba-aba “Ya….” Peserta tes mulai berlari dengan pencatat waktu mulai meng-ONkan stopwatch.
  3. Selama waktu 15 menit, pengetes member aba-aba berhenti, dimana bersamaan dengan itu stopwatch dimatikan dan peserta menancapkan bendera yang telah disiapkan sebagai penanada jarak yang telah ditempuhnya.
  4. Pengetes mengukur jarak yang ditempuh peserta tes yang telah ditempuh selama 15 menit, dengan meteran.

Untuk menghitung besarnya VO2MAX pesrta tes, jarak yang ditempuh oleh pesrta tes diamsukan dalam rumus :

Rumus Balke

Balke

                            Ket : X = jarak yang ditempuh dalam satuan meter

Jika ingin mengetahui kategori tingkat kebugaran jasmani yang dimiliki cocokan dengan table kebugaran dalam kategori Balke berikut:

Laki-Laki

Norma

Perempuan

>   61.00

Baik sekali

>   54.30

60.90 s/d 55.10

Baik

54.20 s/d 49.30

55.00 s/d 49.20

Sedang

49.20 s/d 44.20

49.10 s/d 43.30

Kurang

44.10 s/d 39.20

<  43.20

Kurang Sekali

<  39.10

04/17/2011 Posted by | Tes KEbugaran Jasmani | Tinggalkan komentar

Multistage Fitnes Test (MFT)

Prosedur Tes MFT

Pelaksanaan tes dapat dilakukan dengan beberapa orang sekaligus, asalkan yang mengetes dapat mencatat dengan tepat dan cermat setiap tahapan tes serta dapat menghentikan dengan tepat sesuai dengan ketentuan. tes MFT sangatlah mudah dilakukan karena dibandingkan dengan tes-tes kebugaran lainnya tes ini tidak rumit dalam pelaksanaannya. tes ini mengukur koordinasi jantung, paru dan pembuluh dara atau dengan kata lain Cardiovascular. ketika seseorang memiliki Cardiovascular yang baik dan kuat maka kebugarannya dapat dikatakan kuat pula.

Mekanisme Tes MFT

peserta tes akan berlari sejauh 20M secara bolak balik. peserta yang tidak kuat akan diberhentikan. dalam tes ini terdapat 21 tingkatan denagan 16 balikan semakin tinggi tingkatannya maka semakin baik Cardiovascular orang tersebut.

Beberapa Tindakan Pencegahan

  • Peserta tes harus dalam kondisi sehat, dan apabila terdapat peserta tes yang kurang sehat dapat melakukan konsultasi dengan dokter, perawat atau tenaga medis lainnya.
  • Pengetes perlu menggugah motivasi dan perhatian peserta test agar mereka dapat melakukan tes dengan sungguh-sungguh. usahakan sedapat mungkin peserta tes berhenti berlari ketika tidak dapat lagi menyesuaikan langkah dengan signyal yang didiktekan lewat kaset.

Perlengkapan Test

  • Lapangan atau halaman untuk melaksanakan tes. halaman yang dimaksud harus memiliki panjang lebih dari 22m dan lebar 1 sampai 1.5M. halaman tidak boleh licin, panas, tidak rata(berbatu) dengan suasana yang teduh dan sejuk.
  • Tape recorder, CD player tau pemutar musik lainnya yang dapat memutarkan cassette penuntun MFT
  • Kaset pendukung atau panduan MFT sebagai pemandu melaksanakan tes MFT
  • Alat ukur panjang untuk mengukur panjang halaman atau lapangan yang akan digunakan sebagai Trek/lintasan lari MFT
  • Tanda Batas Jarak dapat memepergunakan Lakban, tali, atau pembatas lainnya yang dapat memmisahkan lintasan yang satu dengan yang lain. disarankan menggunakan lakban agar peserta tidak tersandung saat lari.

Persiapan Pelaksanaan Test

  • Ukur lintasan yang digunakan lari bolak balik sepanjang 20M, dimana kedua ujungnya diberi batas jarak.
  • pastikan kaset atau CD pemandu MFT berada di awal.

Persiapan Peserta Sebelum dan sesuda Test

  • Usahakan sebelum Tes Peserta tidak makan ataupun minum terlalu banyak. boleh makan namun yang ringan seperti roti ataupun camilan dengan jumlah yang sedikit.
  • Peserta harus melakukan pemanasan atau pereegangan terlebih dahulu sebelum melakukan tes terutama otot-otot pada tungkai.
  • Setelah melakukan tes peserta hendaknya melakukan pendinginan berupa berjalan ataupun melakukan cooling down

Pelaksanaan Tes

  • Hidupkan Tape atau CD panduan tes MFT
  • selanjutnya akan terdenganr bunyi “TUT” tunggal dengan beberata interval yang teratur
  • Peserta tes diharapkan untuk sampai ke ujung yang bertepatan dengan sinyal “TUT” yang pertama berbunyi untuk kemudian berbalik dan berlari kearah yang berlawanana.
  • Selanjutnya setiap satu kali sinyal “TUT”  berbunyi perserta tes harus dapat mencapai disalah satu lintasan yang ditempuhnya
  • Setelah mencapai interval satu menit disebut level atau tingkatan satu yang terdiri dari tujuh b alikan atau shuttle
  • Selanjutnya mencapai interval satu menit akan berkurang sehingga menyelsaikan level selanjutnya perserta harus berlari lebih cepat
  • setiap kali peserta tes  menyelsaikan jarak 20m sosisis salahsatu kaki harus menginjak atau melewati batas atau garis 20m.
  • setiap peserta harus berusaha untuk berlari selama mungkin sesuai dengan irama yang telah diatur oleh kaset atau CD.
  • Jika peserta gagal mencapai garis pembatas 20m sebanyak 2 kali berturut-turut maka akan dihentikan atau telah dinyatakan tidak kuat dalam melaksananakan tes MFT

Download Form Penghitungan MFT, Tabel Penilaian MFT, Norma Kebugaran


Download MFT Calculator, New MFT Calculator

04/15/2011 Posted by | Tes KEbugaran Jasmani | 3 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.